Adab Dalam Berdoa
Dalam berdoa, perhatikan juga bagimana adab berdoa yang baik. Tujuannya adalah agar doa kita diterima Allah dan segera dikabulkan. Berikut adalah adab-adab berdoa:
1. Mencari Waktu Mustajab untuk Berdoa
Salah satu adab berdoa agar segera terkabul adalah mencari waktu yang mustajab untuk berdoa. Diantara waktu yang mustajab untuk berdoa adalah pada waktu sepertiga malam terakhir (waktu sahur), sore hari di hari jum’at, pada bulan Ramadhan, hari arafah.
Nabi SAW bersabda:
ينزل الله تعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا حين يبقى ثلث الليل الأخير فيقول عز وجل: من يدعونى فأستجب له، من يسألنى فأعطيه، من يستغفرنى فأغفر له
“Allah turun ke langit dunia setiap malam saat tersisa 1/3 malam terakhir. Kemudian Allah berfirman, Barangsiapa berdoa kepadaku maka Aku akan mengabulkannya, barangsiapa yang meminta kepadaku akan kuberi, dan barangsiapa memohon ampunan kepadaku pasti Aku ampuni’.” (HR. Muslim)
2. Memanfaatkan Keadaan yang Mustajab Untuk Berdoa
Di antara adab berdoa agar segera terkabul adalah ketika sedang terjadi peperangan, sujud, ketika turun hujan, waktu antara adzan dan iqamah dan menjelang berbuka ketika berpuasa.
Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata: “Sesungguhnya pintu-pintu langit terbuka saat peperangan sedang berkecamuk, saat turun hujan, dan saat iqamah pada sholat wajib. Maka manfaatkanlah ketika itu untuk berdoa.” (Syarhus Sunnah al-Baghawi 1: 327)
Nabi SAW bersabda: “Doa di antara waktu adzan dan iqamah tidak tertolak.” (HR. Abu Daud, An-Nasa’i, dan At-Tirmidzi)
Nabi SAW bersabda: “Keadaan terdekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah saat bersujud. Maka perbanyaklah untuk berdoa.” (HR. Muslim)
3. Menghadap Kiblat dan Mengangkat Tangan
Adab berdoa selanjutnya adalah menghadap ke arah qiblat serta mengangkat tangan. Diriwayatkan dari Jabir radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi SAW saat berada di Padang Arafah menghadap kiblat dan terus berdoa hingga matahari terbenam. (HR. Muslim)
Diriwayatkan dari Salman radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya Tuhan kamu sekalian itu Malu & Maha Memberi. Dia malu kepada hambanya ketika hamba itu mengangkat tangan kepadanya namun kembali dengan tangan kosong.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)
Cara mengangkat tangan:
Ibnu Abbas radhiallahu’anhu berkata: Nabi SAW ketika berdoa menggabungkan kedua telapak tangannya & mengangkatnya setinggi wajahnya (wajah menghadap telapak tangan). (HR. At-Thabrani)
Catatan: Tidak boleh melihat ke atas ketika berdoa.
4. Dengan Suara Pelan dan Tidak Dikeraskan
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا
“Janganlah kamu mengeraskan doamu dan jangan pula merendahkannya (menyamarkannya;pelan) dan carilah jalan tengah di antara kedua jalan itu.” (QS. Al-Isra: 110)
Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji Nabi Zakariya ‘alaihis salam yang berdoa dengan khusyu’ dan suara lirih (sedang).
ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا (2) إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا
“(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hambaNya Zakaria [2]
Yaitu ketika ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.” (QS. Maryam: 2–3)
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
“Berdoalah kalian kepada Tuhan kalian dengan merendah diri dan dengan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak suka orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 55)
Dari Abu Musa radhiallahu’anhu: Suatu saat para sahabat pernah dzikir dengan berteriak-teriak. Kemudian Nabi SAW mengingatkan:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ ، فَإِنَّكُمْ لاَ تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِبًا ، إِنَّهُ مَعَكُمْ ، إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ
“Wahai para manusia, kasihanilah diri kalian. Sesungguhnya kalian tidaklah menyeru kepada Dzat yang tuli dan tidak ada, sesungguhnya Allah beserta kalian, Dia adalah Dzat yang Maha mendengar lagi Maha dekat.” (HR. Bukhari)
5. Merendahkan Hati, Khusyu’ dan Penuh Harap
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ
“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang bersegera dalam kebaikan dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’: 90)
6. Memantapkan Hati dan Yakin akan Terkabulnya Doa
Nabi SAW bersabda:
لا يقل أحدكم إذا دعا اللهم اغفر لي إن شئت اللهم ارحمني إن شئت ليعزم المسألة فإنه لا مُكرِه له
“Janganlah diantara kalian ketika berdoa berkata: ‘Ya Allah ampunilah aku jika Engkau menghendaki. Ya Allah belas kasihilah aku jika Engkau menghendaki. Hendaknya ia memantapkan permohonannya, sebab tidak ada yang memaksa Allah.” (HR. Bukhari & Muslim)
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi SAW bersabda: “Apabila kalian berdoa, hendaknya memantapkan permohonannya. Sebab Allah tidak keberatan dan kesulitan mewujudkan sesuatu.” (HR. Ibn Hibban)
7. Mengulang-ulang Doa dan Merengek-rengek Dalam Berdoa
Ibn Mas’ud berkata: “Rasulullah SAW apabila berdoa beliau mengulang-ulang sampai tiga kali. Dan apabila beliau memohon kepada Allah, beliau mengulanginya hingga tiga kali. (HR. Muslim)
Kemudian juga merengek-rengek dalam berdoa, misalnya “Yaa Allah ampunilah hambu-MU ini, ampunilah dosa-dosa hambu-Mu, ampunilah Yaa Allah hambu-MU yang penuh dosa ini. Hal ini menunjukkan bersungguh-sungguh dalam berdoa.
8. Tidak Tergesa-gesa Segera Dikabulkannya Doa
Rasulullah SAW bersabda:
يُسْتَجَابُ لأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِى
“Akan dikabulkan (doa) diantara kalian selama tidak tergesa-gesa berkata ‘Saya telah berdoa namun belum dikabulkan‘.” (HR. Bukhari dan Muslim)
9. Memulai Doa dengan Memuji Allah dan Bershalawat Atas Nabi SAW
Bagian dari adab yang paling penting ketika berdoa adalah diawali dengan memuji kepada Allah dan bersholawat kepada Nabi SAW. Memuji kepada Allah ini bisa dengan membaca “Hamdalah” atau “asmaul husna”.
Nabi SAW pernah mendengar orang berdoa yang tidak memuji kepada Allah dan tidak bershalawat kepada beliau. Kemudian Nabi SAW bersabda: “Orang ini terburu-buru.” kemudian beliau bersabda:
إذا صلى أحدكم فليبدأ بتحميد ربه جل وعز والثناء عليه ثم ليصل على النبي صلى الله عليه وسلم ثم يدعو بما شاء
“Apabila di antara kalian berdoa, hendaknya mengawalinya dengan memuji dan mengagungkan Allah, kemudian hendaklah bershalawat kepada Nabi SAW. Kemudian berdoalah kalian sesuai kehendak.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani)
Selain itu, perbanyak pula memohon ampunan dan taubat kepada Allah. Sebab, salah satu penghalang doa adalah dosa, maka perbanyak lah memohon ampunan dan taubat kepada Allah.
10. Hindari Mendoakan Keburukan
Dari Jabir radhiallahu’anhu, Nabi SAW bersabda:
لا تدعوا على أنفسكم، ولا تدعوا على أولادكم، ولا تدعوا على خدمكم، ولا تدعوا على أموالكم، لا توافق من الله ساعة يسأل فيها عطاء فيستجاب لكم
“Janganlah di antara kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, jangan mendoakan (keburukan) anak-anak kalian, jangan mendoakan (keburukan) pembantu kalian, jangan mendoakan (keburukan) harta kalian. Bisa jadi ketika hamba berdoa kepada Allah bertepatan dengan waktu yang mustajab, maka Allah kabulkan bagi mereka.” (HR. Abu Daud)
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi SAW bersabda:
لا يزال الدعاء يستجاب للعبد ما لم يدع بإثم أو قطيعة رحم
“Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturrahim.” (HR. Muslim dan Abu Daud)
Dirangkum dari berbagai sumber. Wallahu a’lam
Doa setelah sholat fardhu di atas adalah standar doa sholat ala NU. Semoga bermanfaat.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments